Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Yg Menjanjikan

Budidaya ikan lele sangkuriang saat ini cukup banyak diminati para pebisnis lele.karena Dilihat dari pertumbuhan dan pembesaran harian ikan lele sangkuriang ini yang bisa mencapai 3,53%

Sedangkan lele dumbo hanya 2,73%. Dan Perbandingan yang paling terlihat antara ikan lele dumbo dengan ikan lele Sangkuriang adalah kemampuan bertelur ikan lele sangkuriang yang bisa mencapai 40.000 sampai 60.000 telur/kg indukan betina .dibandingkan dengan lele dumbo yang hanya menghasilkan telur hingga 20.000 sampai 30.000 telur,

Ikan Lele jenis sangkuriang ini adalah hasil silang balik yg dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) yang berada di Sukabumi.kenapa di namakan lele sangkuriang?? konon lele sangkuriang yang di ambil dari cerita Rakyat Jawa Barat tentang kisah Tangkuban Perahu,

Yang di kisahkan bahwa Sangkuriang yang berhasrat ingin nikahi Dayang Sumbi (ibunya) inilah asal mula munculnya nama Lele Sangkuriang.mungkin karena hasil perkawinan lele dengan ibunya kali yah^_^,,

Dalam budidaya ikan lele ada beberapa jenis kolam yang bisa untuk budidaya di antaranya Adalah. kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.Berikut kami akan bahas mengenai kolam terpal dalam budidaya ikan lele sangkuriang yg menjanjikan

   Jenis-jenis Alat Dan Bahan Pembuatan Kolam Terpal


Jenis alat                        Kegunaan
Palu      :                               Memasang pancang
Gergaji :                                       Pemotong
Parang  :                               Pemotong/belah bambu
Sekop   :                               Gali saluran dan pematang
Mesin pompa air     :            Menaikkan air dari sumur bor

                      Bahan Yang Perlu Di Gunakan Adalah

Bahan                                Kegunaan
Terpal 4 x 6 m    :                 Sebagai wadah kedap air
Dinding bambu  :                  Pelindung terpal dari luar
Patok kayu        :                  Penguat/penahan terpal
Bambu gunung  :                 Sebagai pagar dan penguat dinding terpal

Tata Cara Pembuatan Kolam Terpal

Sebelum membuat kolam terpal terlebih dahulu tentukan lokasi yang tepat dalam membuatnya. Kolam terpal sebaiknya dibangun lahan pekarangan yang kosong dan dekat dengan rumah dan tidak jauh dari sumber air sumur bor atau sumur gali

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu: alat-alat berupa parang, gergaji, palu, cangkul, sekop dll

Siapkan bahan berupa terpal, kayu patok, dinding bambu ukuran 1 m x 6m sebanyak 2 buah, pipa paralon diameter 2-3 inchi. Dengan panjang 25cm, paku dan tali nylon seperti yang sudah di jelaskan di atas lalu Ratakan tanah dasar yang akan dibuat kolam dengan cangkul dan sekop,buanglah kerikil atau bekas akar kayu yang dapat membuat terpal bocor 

Ukur lokasi berbentuk segi empat menurut ukuran terpal jika ukuran terpal berukuran 3x 5 meter maka ukuran yang harus dibuat adalah panjnag 5m dan lebar3 meter dikurang dengan ketinggian terpal 1 meter

Pasang patok kayu tegak lurus kuat dengan cara dipukul dengan palu kayu sampai betul-betul kuat untuk menahan tekanan air nantinya ,Potong dinding menurut ukuran tinggi kolam yaitu 1 meter dengan panjang 5 meter

Pasang dinding pada tiang pancang dengan paku sampe bener-bener dinding tidak ada yang menonjol agar terpal yang akan dipasang tidak mudah robek

Pasang terpal menurut bentuk dan ukuran kolam kemudian terpal diikatkan sisinya ke bambu dengan tali nilon jangan terlalu kencang agar elastis jika diisi air              Kemudian lubangi sudut terpal dan pasang pipa paralon untuk mengantisipasi terjadinya ke bocoran, terpal diikat dengan ban motor sampai kencang lalu Pasang saringan pada pipa pembuangan

Laksanaan Pemijahan

Kini semua persiapan telah selesai tinggal pelaksanaan pemijahan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

Kesuksesan dalam bisnis ikan lele sangat tergantung pada kualitas bibit yang dipilih,dalam menyeleksi induk dibutuhkan indukan yang memenuhi kriteria tertentu seperti; 

  1. umur indukan, Pergerakan bibit lele yang lincah Pergerakan yang lincah yang dimaksud adalah gerakan berenang yang aktif dan sangat agresiv bila di pegang
  2. asal usul indukan, Bibit lele yang  berkualitas biasanya dihasilkan dari indukan lele yang  jenis dan  kualitasnya terjamin
  3. indukan harus sehat, bobot/ ukuran indukan 
  4. dan tentunya indukan harus siap memijah
  5. Persiapan air; air yang digunakan harus air bersih terhindar dari pencemaran

Pemijahan dilakukan secara alami bukan disuntik,Hal ini dilakukan supaya benih yang dihasilkan benar-benar benih yang unggul dan sehat.

Setelah semua persiapan pemilihan induk sudah selesai selanjutnya memindahkan indukan pada kolam pemijahan,pemindahan dilakukan dengan pelan dan hati-hati supaya indukan tidak stres

Biasanya peletakan ini di lakukan pada waktu sore maka malam harinya indukan akan bersetubuh dengan pasangannya dan di pagi harinya telur sudah memenuhi kolam

Pada kegiatan pembesaran Lele Sangkuriang ini para peternak biasanya menggunakan pakan cacing sutra sebagai pakan utama,untuk pembesaran Lele Sangkuriang Disamping menggunakan pakan pelet juga bisa menggunakan pakan tambahan seperti : ayam tiren, ikan runcah, sosis basi,keong sawah dll. para peternak ikan lele biasa menggunakan pakan tambahan berupa ayam tiren.

Berikut ini komposisi jenis pakan pelet yang diberikan;
  1. L1 pakan terapung
  2. PL2 pakan terapung
  3. PL3 pakan terapung
  4. SNL pakan tenggelam
Pemberian pakan dilakukan secara bertahap dimulai dari
cacing sutra pemberian ini di lakukan pada saay benih lele ber usia 3-4hari sampai umur 2-3minggu lalu di beri pelet L1 jika sudah habis dilanjutkan dengan pelet PL2, PL3 dan SNL seterusnya hingga  masa panen tiba 

Jadwal Pemberian Pakan lele

Pemberian pakan untuk Lele Sangkuriang harus dimulai dari jam 9 pagi alasannya pada jam tersebut matahari telah cukup memanaskan suhu permukaan kolam dan menghilangkan zat asam serta menguapkan oksigen yang mungkin mengendap di permukaan kolam

Sehingga pemberian pakan akan aman dan terbebas dari racun yang mungkin terkandung di udara. Selanjutnya pakan diberikan tiap 3-4 jam, misalnya:
Jam 9 :00
Jam 13:00
Jam 17:00
Jam 20:00
Jika masih ingin memeberikan pakan bisa sampai malam sebelum pukul 22:00 jangan memberikan pakan melewati pukul 22:00. Karena pada jam-jam tersebut biasanya embun telah turun dan berbahaya bagi perkembangan lele

Apabila kita tidak sempat memberikan pakan pada jam malam sementara waktu telah lewat pukul 22 lebih baik hindari saja pemberian pakan dan dilanjutkan keesokan harinya

Teknik Pemberian Pakan

Tebar pelet di permukaan air secara merata,biar semua lele mendapatkan pakan secara merata.Lakukan pemberian pakan sedikit demi sedikit sambil melihat Napsu makan dari lele, jika pakan yang ditebar telah habis di permukaan air baru ditebar lagi.

Hingga nafsu makannya berkurang dan terlihat satu dua butir pelet tertinggal di permukaan air jika sudah begitu hentikan pemberian pakan, jangan sampai banyak pakan yang tersisa karena bisa mengendap dalam air dan menjadikan penyakit

Pakan Tambahan Ayam Tiren:

Untuk pakan tambahan Ayam sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu,Cabut bulu ayam sampai bersih,lalu jeroannya diambil dan dibuang.Setelah itu rebuslah ayam hingga setengah matang,perhatikan saat merebus jika tekstur dagingnya sudah terasa empuk sebaiknya langsung di angkat biar ga terlalu lembek.

kemudian ayam dibelah menjadi beberapa potong, dan ayam digantung di permukaan air menggunakan tali, di sarankan jangan sampai tenggelam karena kita akan sulit untuk mengontrolnya apakah makanan ini sudah habis atau belum

Buatlah gantungan tadi di beberapa titik sekitar kolam, misal 2 atau 3 titik, dengan demikian lele akan memakannya secara merata.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele termasuk predator hama seperti;
  1. Berang-berang
  2. Ular
  3. Sero
  4. Musang air 
  5. dan Burung
Untuk mencegah hal ini adalah dengan menginstal filter pada masuknya dan jalan keluar dari air atau memasang pagar di sekitar kolam.

Penyakit 

Penyakit budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit mematikan. ciri-ciri terjadinya terserang penyakit ini adalah; bintik-bintik putih, perut kembung dan nyeri di kepala dan ekor.

Untuk mencegah munculnya penyakit menular adalah selalu menjaga kualitas air, pengendalian umpan berlebihan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam sekitar 28oC. Selain penyakit infeksi, lele juga dapat diserang oleh penyakit non infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.

Panen 

Panen lele sangkuriang lebih cepat dari lele jenis lokal dan yang lainya, hal ini di karenakan pertumbuhan lele sangkurian cukup terbilang sangat cepat, Seperti untuk benih lele yang berukuran 3/2 cm untuk tumbuh sampai ukuran 5/6 cm Lele sangkuriang hanya membutuhkan waktu 20 hingga sampai 25 hari. 

Demikian juga, segmen diperbesar,Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Sebelum panen, lele tidak boleh diberi makan Supaya tidak Muntah,sters dan buang kotoran saat diangkut. 

Para pengusaha ternak lele pada umumnya mengguunakan bibit yang berukuran 5/6 cm Dan hanya membutuhkan waktu 50 hingga 60 hari Saja sampai waktu panen,Hal ini jika beternak lele sangkuriang di lokasi temperatur yang dingin, lain hanya jika ternak lele berada pada suhu lebih panas, Panen bisa lebih cepat yaitu sampai  45 hari

Label: