Belajar Bersama Budidaya Tanaman Padi Sawah

Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga di dunia dan juga salah satu konsumen beras terbesar di dunia. Daerah beras negara berkembang dari 11,4 juta ha di 1995-13200000 ha pada tahun 2010, yang mewakili 24% dari luas pertanian keseluruhan. Hasil padi meningkat sedikit dari 4,3 t / ha pada tahun 1995 dan menjadi 5 ton / ha pada tahun 2010,
budidaya padi membutuhkan curah hujan yang cukup dan biasanya para petani membudidayakan padi pada bulan november-december
Indonesia telah mengembangkan kader peneliti mampu melakukan penelitian beras dan berkolaborasi dengan rekan-rekan di negara-negara lain. Pusat Indonesian Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), sebelumnya Balai Penelitian Padi (RIR), terletak di Sukamandi, Jawa Barat, adalah lembaga utama melakukan penelitian padi biofisik.

Beberapa uji coba dan penilaian pada beras juga dilakukan oleh lembaga regional dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di tingkat provinsi. Pusat Penelitian Agro-Sosial Ekonomi (Caser), yang terletak di Bogor, memiliki tradisi panjang melakukan penelitian sosial ekonomi pada beras dan sektor pertanian yang luas

Bersama-sama dengan semua lembaga terkait, pemerintah harus mengerahkan segala upaya untuk mengembangkan varietas padi yang lebih tinggi-unggul, tahan penyakit, dan toleran kekeringan dan tanah toksisitas; dan melanjutkan pengembangan ditingkatkan strategi pengelolaan hara dengan begitu maka produksi padi di indonesi bisa terus meningkat dengan mengetahui cara-cara pengolahany sebagai berikut:

Syarat Tumbuh

Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0-1500 m dpl.

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jumlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH antara 4-7

Tahapan Pengolahan Tanah Sawah Pada Dasarnya Dengan Melakukan Pengererjaan Sebagai Berikut :

Perbaikan,Pematang/Galengan dan Saluran

Sebelum proses pengerjaan tanah dimulai, Pematang/Galengan harus dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat cukup tinggi. Fungsi utama untuk menahan air selama pengolahan tanah agar tidak mengalir keluar petakan, sebab dalam pengerjaan tanah air tidak boleh mengalir keluar. Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi.

Saluran atau parit diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Kegiatan ini bertujuan agar dapat memperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke dalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah dibersihkan sebelum tanah diolah

Pencangkulan

Setelah dilakukan perbaikan Pematang/Galengan dan Saluran, tahap berikutnya adalah pencangkulan. Sudut–sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak atau traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah

Pembajakan dan Penggaruan

Kedua kegiatan tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanam padi

Pembajakan

Airi petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat alur ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan. Kedalaman dalam pembajakan + 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur.Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :

Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan terbenam
Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan tanah
Mengurangi pertumbuhan hama penyakit

Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu

Penggaruan

Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang :
  1. Peresapan air ke bawah dikurangi
  2. Tanah menjadi rata
  3. Penanaman bibit menjadi mudah
  4. Rumput-rumput yang ada akan terbenam
  5. Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari.
Secara Umum Pengolahan Tanah Meliputi 3 Fase
  1. Penggenangan tanah sawah sampai tanah suah tidak bisa lagi menyerap air.
  2. Membajak sebagai awal pemecahan bongkah dan membalik tanah.
  3. Menggaru untuk menghancurkan dan melumpurkan tanah.
Untuk 3 fase pengolahan tanah tersebut menggunakan 1/3 kebutuhan air dari total kebutuhan air selama pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah dengan cara basah yaitu tanah sawah dibajak dalam keadaan basah dan digaru memanjang dan menyilang sampai tanah melumpur dengan baik. Pengolahan tanah paling lambat 15 hari sebelum pemindahan bibit

Ciri-ciri Tanah Telah Selesai Diolah dan Siap Untuk Ditanami
  1. Tanah terolah sampai berlumpur
  2. Air tidak lagi banyak merembes ke dalam tanah
  3. Permukaan tanah rata
  4. Pupuk tercampur rata
  5. Bersih dari sisa gulma dan tanaman
Benih Padi

Benih dan varietas unggul padi sawah merupakan galur hasil  pemuliaan yang mempunyai salah satu atau lebih keunggulan khusus seperti potensi hasil  tinggi, perkembangan suatu usaha pertanian, diantaranya pertumbuhan tanaman menjadi seragam sehingga  panen menjadi  serempak, mutu  hasil  lebih tinggi dan sesuai dengan selera  konsumen, dan tanaman akan mempunyai ketahanan yang  tinggi terhadap gangguan  hama  dan penyakit  dan  beradaptasi yang  tinggi terhadap lingkungan sehingga dapat memperkecil penggunaan input seperti pupuk dan pestisida
Pilihlah benih padi dengan kualitas bibit unggul
Areal untuk bibit padi memiliki luas 1/20 dari total sawah yang akan ditanami padi. Jika anda  
memiliki tanah seluas 2 Ha maka anda harus menyiapkan lahan 1/ 20 x 2Ha = 1000m2  
Tebar benih dengan jumlah 75gram benih untuk setiap 1m 
Benih tumbuh dengan tepat dan serempak
Bila disemaikan, mampu menghasilkan bibit yang tegar dan sehat
Ketika ditanam, bibit dapat tumbuh lebih cepat
Pertanaman lebih serempak dan populasi tanaman optimum, sehingga mendapatkan hasil yang tingi
Agar benih dapat tumbuh dengan baik maka anda harus menghaluskan tanah tersebut dan 
Membuat bedengan – bedengan dengan jarak 30 cm antar bedengan
Cara mengolah Tanah Untuk Budidaya Tanaman Padi Sawah

Pembersihan

Bersihkan tanah dari segala gulma, rumput atau tanaman liar lain. selama pada umur 2-3 minggu padi perlu di bersihkan dari gulma karena bila tidak di bersihkan maka tanaman padi akan menjadi buncit dan tidak bisa tumbuh dengan baik/sempurna

Pencangkulan

Genangi air agar lebih lunak kemudian baru dicangkul. Selain di cangkul, anda juga harus menata lokasi tanam dengancara memperbaiki pematang sawah serta memperbaiki perairan sawah.

Pembajakan

Pembajakan bermanfaat untuk mengurai tanah serta membuat tanaman – tanaman liar, rumput atau kompos cepat terurai. Kedalaman tanah yang dibajak usahakan 10-20 cm. Setelah itu diamkan selama 5-7 hari dengan cara menggenangi air agar proses pembajakan berlangsung lebih cepat.

Penanaman Bibit

Bibit padi, sebelum anda menanam maka anda perlu mengambil bibit padi yang telah anda tanam sebelumnya. Bibit padi yang dapat disemai biasanya berumur 25 – 30 hari tergantung jenis padi, jumlah batang mencapai 7 batang dengan tinggi 25 cm. Selanjutnya anda bisa menanamnya dengan jarak antar tanaman 20 cm x 20 cm tanjapkan bibit padi dengan kedalaman 3 cm,proses menanamnya dari depan dan mundur kebelakang sampai satu kotak lahan sawah selesai di tanam kemudian di lahan kotak yang satunya lagi dilakukan sama seperti penanaman sebelumnya

Perairan

Perairan merupakan salah satu dari hal yang sangat penting dalam budidaya tanaman padi, sehingga harus diperhatikan penerapanya. Adapun cara dalam mengairi tanaman padi yang perlu anda atur dengan pola sebagai berikut :
  1. Padi umur 1 minggu kedalaman air sekitar 5-7 cm
  2. Padi umur 2-6 minggu kedalaman air sekitar 10-20 cm
  3. Pada saat padi sudah mulai berbuah dengan munculnya calon bulir padi, kedalaman air sebaiknya dikurangi 10 hari sebelum panen, air dikeringkan secara total
Penyiangan

Penyiangan perlu anda lakukan untuk menghindari adanya rerumputan atau tanaman gulma yang mengganggu pertumbuhan padi. Agar pertumbuhan padi tidak terhambat, usahakan melakukan penyiangan secara rutin setiap sebulan sekali

Penyemprotan

Penyemprotan dilakukan saat umur 15, 21, 30 hari setelah tanam dan pada saat primordia. Primordia ini berkisar pada umur 42 sampai 45 hari setelah tanam. Tanda-tanda primordial adalah dimana tanaman padi sudah tidak meninggi lagi atau sudah mecapai batas pertumbuhan menuju masa generative menjelang proses pengisian butir beras.Dan larutan yang digunakan adalah 0,5 sampai 0,8%; yaitu: 5 ml/liter air sampai 8 ml/liter air. Arahkan penyemprotan pada daun, pucuk dan batang pada umur 15, 21 dan 30 hari setelah tanam. Sedangkan pada masa primordia arahkan penyemprotan pada kutikula, yaitu titik bakal tumbuh bunga yang ada diujung tumbuh

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama putih (Nymphula depunctalis)

Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.

Pengendalian : Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun. Menggunakan BVR atau Pestona.

Padi Thrips (Thrips oryzae)

Gejala : Daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian: BVR atau Pestona

Wereng

Penyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), Wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng penyerang daun padi : Wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus

Gejala : Tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.

Pengendalian : Bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah. Penyemprotan BVR

Walang sangit (Leptocoriza acuta)
Menyerang buah padi yang masak susu

Gejala : Buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian : Bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba. Penyemprotan BVR atau Pestona.

Pemupukan

Untuk Tanaman Padi, Pupuk Yang Digunakan Antara Lain :

Pupuk alam, sebagai pupuk dasar yang diberikan 7-10 hari sebelum tanam. Dapat digunakan pupuk alam misalnya ; pupuk hijau, pupuk kandang dan kompos. Banyaknya kira-kira 10 ton per hektar.Pupuk buatan, diberikan sesudh tanam, misalnya : ZA/Urea, DS/TS dan ZK 

Adapun manfaat pupuk-pupuk tersebut sebagai berikut :

ZA/Urea
Menyuburkan tanah
Mempercepat tumbuhnya anakanMempercepat tumbuhnya tanaman
Menambah besarnya gabah

DS/TS
Mempercepat tumbuhnya tanaman
Merangsang pembungaan dan pembentukan buah
Mempercepat panen

ZK
Memberikan ketahanan terhadap hama/penyakit
Mempercepat pembuatan zat pati

Cara Pemakain Pupuk Bagi Tanaman Padi Sawah Dapat Dilakukan sebagai berikut :

Pemupukan sebaiknya dilakukan 2 kali
Pemupukan pertama pada umur 3-4 minggu setelah penyiangan
Pemupukan kedua pada umur 6-8 minggu setelah penyiangan

Takaran Pemberian Pupuk
  1. 100 kg ZA atau 50 kg/ha
  2. 100 kg DS atau 75 kg/ha
Umur Panen Padi

budidaya padi membutuhkan curah hujan yang cukup dan biasanya para petani membudidayakan padi pada bulan november-december
Pemanenan Padi Harus Dilakukan Pada Umur Panen Yang Memenuhi Persyaratan Sebagai Berikut :
Umur padi 90-100 hari

90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning 
Malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata 
Kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester
Cara Pemanen Padi dengan Sabit

Sabit merupakan alat panen manual untuk memotong padi secara cepat. Sabit terdiri 2 jenis yaitu sabit biasa dan sabit bergerigi. Sabit biasa/ bergerigi pada umumnya digunakan untuk memotong padi varietas unggul baru yang berpostur pendek seperti IR-64 dan Cisadane.

Penggunaan sabit bergerigi sangat dianjurkan karena dapat menekan kehilangan hasil sebesar 3 % (Damardjati et al, 1989; Nugraha et al, 1990). Spesifikasi sabit bergerigi yaitu:

Gagang terbuat dari kayu bulat diameter ± 2 cm dan panjang 15 cm.Mata pisau terbuat dari baja keras yang satu sisinya bergerigi antara 12 – 16 gerigi sepanjang 1 inci

Tempatkan mata sabit pada bagian batang bawah atau tengah atau atas tanaman (tergantung cara perontokannya) dan tarik arit/clurit tersebut dengan tangan kanan hingga jerami terputus.

Pemotongan padi dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah dan potong bawah tergantung cara perontokan. Pemotongan dengan cara potong bawah dilakukan bila perontokan dengan cara

digebuk-gebuk kepada bambu yang di buat panjang 80 cm dan tinggi 30-40cm pembentukanya seperti segitiga sama sisi. atau meng-gunakan alat mesin peret. cara pemotongan'nya padi dipotong pada bagian batang atas atau tengah lalu di masukankedalam mulut mesin peret/mesin padi ,Pegang rumpun padi yang akan dipotong dengan tangan kiri, kira-kira 1/3 bagian tinggi tanaman. Lakukan pemanenan secara serentak

Label: