Belajar Cara Budidaya Bawang Merah Lengkap

Pemroduksi tanaman bawang merah yang dari dulu hingga sekarang masih tetap aktif adalah di jawa tengah tepatnya di daerah brebes.hampir kalangan menengah ke bawah warga di sana apalagi yang terjun di dunia pertania kebanyakan menanam tanaman bawang merah,sudah anda ketahui sendiri kan di lihat dari harganya yang dari hari ke hari terus meningkat khusus. Pada dasarnya budidaya bawang merah bukanlah hal yang sulit. jika anda tertarik untuk melakukan budidaya yang satu ini anda harus mempelajari dengan benar

Dalam melakukan budidaya bawang merah supaya dapat tumbuh dan menghasilkan hasil yang melimpah dan memuaskan adalah dengan menerapkan, 7 tahapan yang harus di lakukan diantaranya yaitu:pemilihan bibit,pengolahan tanah,penanaman,pengairan,pemeliharaan,pemupukan dan pemanenan.untuk lebih detailnya mari kita simak bersama-sama di bawah ini

Baca juga: budidaya bawang putih

Pemilihan Bibit 

Bibit merupakan salah satu kunci utama dalam keberhasilan untuk suatu usaha tani . Ada beberapa tahapan untuk memenuhi persyaratan bibit bawang merah yang baik yaitu :
  1. Pilihlah bibit bawang merah yang sehat, warna mengkilat, buahnya berisi/tidak keropos, kulit tidak luka 
  2. Umur simpan bibit telah memenuhi , yaitu sekitar 3-4 bulan, walaupun untuk umur simpan yang lebih muda bibit tetap tumbuh namun pada pertumbuhan berikutnya akan lebih rendah hasilnya dibandingkan bibit yang telah cukup umur simpannya 
  3. Ukuran bibit bawang merah , sekitar 5-6 gram.Umbi bibit tidak terserang hama dan penyakit 
  4. Sebelum ditanam umbi bibit dibersihkan dulu dari kulit-kulit yang kering dan bila pertunasan belum kelihatan diujung umbi, maka sebaiknya ujung umbi dipotong 1/3 agar mempercepat munculnya tunas Untuk kebutuhan bibit dalam lahan 1 hektar kurang lebihnya 800– 1000 kg , tergantung dari besarnya bibit. Dan untuk biaya pembelian bibit sekitar separo dari seluruh biaya produksi
Pengolahan Tanah

Bawang merah membutuhkan kondisi tanah yang lebih gembur dibanding tanaman sayuran lainnya .Oleh karena itu dalam pengolahan tanah pada bawang merah dilakukan sampai beberapa kali hingga tanah benar-benar menjadi gembur. Bila tanah yang digunakan merupakan tanah bekas ditanami jagung maupun tebu, maka sisa tanaman tersebut harus dibersihkan hingga akar-akarnya supaya tidak mengganggu pertumbuhan bawang merah

Tanah diolah dengan cara dibajak lebih dari 4 kali hingga tanah menjadi gembur dan tanah dikeringkan lebih dari seminggu .Kemudian tanah dihaluskan lagi, setelah halus dapat dibuat bedengan dengan ukuran Untuk musim kemarau :
  1. Tinggi bedengan 25 cm
  2. Kedalaman parit 30-40 cm
  3. Lebar parit 50 cm
Untuk musim hujan: 
  1. Tinggi bedengan 40 cm
  2. Kedalaman parit 50 cm
  3. Lebar parit 50 cm
Setelah bedengan sudah jadi, langkah selanjutnya adalah pemberian pupuk kandang yang sudah benar-benar matang. untuk pemberian kotoran ayam sebanyak 5 ton/ha, dan untuk kotoran sapi maupun kambing sekitar 10-15 ton/ha.

Pemberian pupuk kandang ini bisa lebih banyak ataupun lebih sedikit tergantung dari kesuburan pH tanah.Dalam melakukan penerapan budidaya bawang merah pembuatan bedengan sangatlah di perlukan, supaya tanaman bawang merah tidak selalu tergenang air

Penanaman

Musim tanam yang bagus untuk budidaya bawang merah biasanya para petani melakukanya pada akhir musim hujan pada awal bulan Maret –April dan musim kemarau Mei – Juni, tetapi di daerah brebes.hampir dapat dijumpai penanaman bawang merah tanpa mengenal musim

Penanaman dilakukan setelah tanah dan bibit sudah dipersiapkan, dimana sebelum dilakukan penanaman tanah harus di beri ari terlebih dahulu agar saat proses penanaman kondisi tanah gembur,

Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang dari 2 bulan, dilakukan pemotongan .pemotongan ujung umbi dapat di lakukan kurang lebih 0,5 cm untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tanaman.Pembersihan bibit dan pemotongan dilakukan sehari sebelum ditanam untuk kemudian esoknya dapat dilakukan penanaman.

Untuk mempercepat proses penanaman, maka sebaiknya bedengan yang akan ditanami sudah di beri lubang sesuai dengan jarak tanam yang digunakan,sehingga penanaman lebih mudah dilaksanakan.Untuk jarak tanam budidaya bawang merah yaitu 20 cm,

Namun bila umbi bibit besar maka dapat menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm.Penanaman dilakukan dengan cara menanam sebagian buahnya masuk ke dalam tanah,atau membenamkan seluruh buah umbi ke dalam tanah

Pengairan.

Dilakukan sesuai dengan umur tanaman : pada umur 0-10 hari, 2x hari lakukan pagi dan sore,umur 11-35 hari, 1x/hari setiap pagi ,dan pada umur 36-50 hari, lakukan 1x/hari pagi atau sore hari

Karena pada dasarnya bawang merah membutuhkan air dalam kondisi yang cukup sejak pertumbuhan awal hingga menjelang panen. walaupun air yang diberikan pada tanaman dengan cara penggenangan, namun hal ini harus segera meresap ke dalam tanah.

Bila tidak demikian maka tanaman akan menjadi busuk dan mengakibatkan sumber penyakit.bila air yang di berikan terlalu banyak maka akan membuat umbi menjadi busuk

Sebaliknya jika menanam tanaman bawang merah pada musim kemarau , pengairan dapat diberikan setiap hari sejak ditanam hingga tanaman membentuk umbi dan dikurangi setelah umbi terbentuk seperti yang di jelaskan di atas, Oleh karena itu dituntut kepekaan petani dalam mengamati kebutuhan air bagi tanamannya.

Untuk musim hujan pengairan yang dibutuhkan lebih sedikit yaitu selang dua hari sekali. Seperti di atas maka yang penting melihat kondisi kelembaban tanah, bila tanah masih lembab sebaiknya tidak perlu diairi

Cara pengairan dapat dilakukan dengan penggenangan maupun denan cara disiram. Untuk cara penggenangan sebaiknya dilakukan pada kondisi tanah yang porous/kekeringan, sehingga air yang tergenang cepat habis,Sedangkan cara siram membutuhkan tenaga lebih banyak dan waktu lebih lama. Namun di daerah brebes pada kenyataanya kedua cara tersebut juga dilakukan secara bersamaan

Pemupukan

Pemupukan dasar dilakukan pada saat sebelum tanam,seperti yang di jelaskan di atas sedangkan pemupukan susulan dilakukan pada umur 15 hari dan umur 30 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah Urea, ZA, SP-36, pupuk dicampur rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman

Pemupukan pada bawang merah sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan produksi umbi yang lebih baik. Dosis pupuk sebenarnya bukan merupakan patokan yang harus ditepati, karena memupuk suatu tanaman akan berbeda pada setiap kondisi kesuburan tanah yang berbeda.

Namun dosis pupuk yang dapat dianjurkan seperti berikut:pupuk urea 200 kg/ha, ZA 450 kg/ha dan KCl 200 kg/ha yang diberikan setengah-tengah pada saat tanaman berumur 15 hari dan 30 hari setelah tanam cara pemupukan dengan meletakkan pada larikan di sekitar tanaman

Pembersihan Gulma

Gulma merupakan tanaman tumbuhan pengganggu yang menyebabkan tanaman bawang merah pertumbuhannya menjadi lambat maka dengan demikian para petani harus memberikanya,Untuk cara pembersihan gulma harus ber hati-hati jangan sampai mengenai dan mengganggu umbinya.

Pembersihan gulma dilakukan dengan cara menggunakan alat seperti sosrok bambu kecil sehingga gulma dapat terangkat hingga ke akarnya,atau dengan cara mencabut gulma sampai akar-akarnya Apabila tanaman sudah membentuk umbi yang lumayan besar pengendalian gulma sudah bisa dihentikan

Pengadilan Hama dan Penyakit

Ulat bawang merang hewan ini menyerang di bagian daun sehingga daun bawang yang tersengang berubah warna menjadi putih

Pengendalian dapat dengan menerapkan PHT, antara lain yaitu: dengan mengumpulkan dan memusnahkan telur dan larva. Sedangkan untuk penyemprotannya bisa di lakukan dengan bahan kimia dengan jenis insektisida efektif dan selektif mulai dilakukan bila kerusakan tanaman mencapai 5%.

Penyemprotan di lakukan 2 - 3 hari sekali tergantung kondisi serangannya.takaran di lakukan sesuai petunjuk penggunaannya pada masing-masing obat. Selain itu dapat memasang perangkap yang dilengkapi dengan sex feromon untuk menangkap serangga jantan, sebanyak 40 perangkap / ha

Perangkap dapat berupa botol plastik berlubang kecil dan didalamnya diikat satu tangkai sex feromon, yang dapat diganti sebulan sekali Dengan demikian serangga jantan akan tertangkap sehingga perkawinan akan berkurang dan mengurangi populasi ulat

Penyakit bercak ungu 

Gejala serangan dapat terlihat terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya

Pengendalian dengan cara menyiram tanaman setelah turun hujan atau terkena embun, untuk mengurangi spora penyakit yang menempel pada daun. Selain itu juga dapat menggunakan fungisida selektif dan efektif. menggunakan blecher 250 EC+ brantacol 70 WP

Penyakit Antraknose 

Gejala serangan yaitu dapat terlihat terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak. Jika ada gejala, tanaman yang terserang segeralah cabut dan dibakar

Sebaiknya lakukan penyemprotan terhadap hama dan penyakit sebelum matahari terbit atau sore hari dengan arah penyemprotan searah angin dan penyemprotan tepat mengenai tanaman / sasarannya sehingga pestisida yang disemprotkan tidak terbuang percuma dan lebih efisien 

Proses Panen 

Umur panen budidaya bawang merah tergantung varietas, namun dapat menggunakan dasar :untuk bawang konsumsi waktu panen bisa di lakukan 50-60 hari setelah tanam (di dataran rendah) dan 70-75 hari setelah tanam (di dataran tinggi dengan di tandai kerebahan daun 70-80 %.atau keseluruhan daun tampak menguning

Untuk panen umbi bibit sedikit lebih lama yaitu: 65-70 hari setelah tanam (di dataran rendah) dan 80-90 hari setelah tanam (di dataran tinggi dan kerebahan daun 90 %.atau keseluruhan daun tampak menguning .Waktu panen sebaiknya di lakukan pada saat udara cerah dan tidak basah.Keseluruhan daun tampak menguning.Sebagian umbi nampak tersembul keluar 

Cara pemanenan budidaya bawang merah yaitu dengan mencabut keseluruhan tanaman secara hati-hati.kemudian hasil panen diikat 1-1,5 kg setiap ikatan.setelah di ikat lakukan proses pelayuan terlebih dahulu sebelum bawang merah dikeringkan. dengan cara menjemur 2-3 hari di bawah terik sinar matahari.Setelah itu pengeringan dilakukan 7-14 hari, hingga bobot mencapai 25-40 % atau sampai kering

Penyimpanan bawang merah dapat dilakukan di atas perapian , menggunakan para- para yang terbuat dari bambu dan di bawahnya diberi pengasapan pawon atau tungku

Penyimpanan di ruang berventilasi juga sangat baik karena mempunyai sirkulasi udara yang baik dan dapat mencegah serangan hama dan penyakit seperti rumah sere dan gudang berpembangkit vorteks (mengubah aliran udara jenuh dalam gudang, dengan menghembus ke atas keluar gudang dan digantikan udara luar yang lebih bersih oleh adanya vorteks)

Sortasi atau penyortiran dilakukan untuk memisahkan umbi yang sehat ,dengan umbi yang telah rusak.dengan melakukan penyortiran ini maka dapat meningkatkan nilai jual dan mencegah penularan penyakit. okk kami rasa itu saja penjelasannya tentanga Belajar cara budidaya bawang merah ,mudah-mudahan bisa bermanfaat dan berguna,bagi yang ingin belajar budidaya tomat bisa baca Budidaya Tomat yang Benar Dan Lengkap

Label: