Budidaya Tomat Yang Benar dan Lengkap

Tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang bagus apabila kita menanam pada musim kemarau dan di imbangi dengan pengairan yang cukup sebenarnya menanam tomat bisa di bilang gampang?kenapa bisa di katakan gampang karena tanaman tomat bisa tumbuh di segala jenis tanah,mulai dari tanah yang berpasir,sampai tanah lempung ,tetapi idealnya tumbuhan ini adalah tanah lempung berpasir,gembur,juga mengandung banyak unsur hara dan organik juga mudah meresap air.di mana-mana kalo menanam tanaman yang tumbuh buah apalagi tomat bila tanahnya selalu menggenang air pasti mengakibatkan tanaman itu jadi layu,kerdil dan mati

Dalam penerapan budidaya tomat hal pertama yang harus di lakukan adalah memilih benih tomat bisa di dapat di beberapa toko penyedia bibit-dll di daerah masing-masing.jika kesulit menemukan bibit tomat atau harganya yang mahal.kalian bisa mendeder atau membuatnya sendiri dengan cara menyeleksi buah tomat yang tumbuh dan menghasilkan buah yang paling baik untuk memilih benih tanaman tomat di antaranya yaitu:
Ambil biji yang ada di dalam buah tomat bersihkan lendir yang menyelimuti biji dengan menggunakan air bersih,kemudian rendam ke dalam air dan pilihlah biji yang tenggelam dalam pemilihan benih biar menghasilkan tanaman yang bagus pilihlah yang bentuknya sempurna dan tidak keriput 

Benih atau biji bersih dari kotoran setelah tahapan pernyortiran benih selesai tahap selanjutnya yaitu keringkan,dengan cara di jemur sampai 3-4 hari,setelah kering kemudian simpan ke dalam wadah dan sterilkan
Langkah selanjutnya dalam budidaya tomat dengan mendeder atau membuat sendiri penyemaian benih tomat di bedakan menjadi dua cara di antaranya yaitu:

Penyemaian Benih di Bedengan

Untuk ukuran bedengan 1x2m,pupuk kandang yang di berikan minimal 10-20kg,dan perbandingan antara tanah dan pupuk kandang biasanya yaitu 1:3 atau 1:4,olah lahan yang akan di gunakan sebagai bedengan terlebih dahulu dengan cara di cangkul sedalam 30 cm.lebar bedengan 110-120cm,dan tinggi sekitar 30cm,agar tanah menjadi gembur, bedengan sebaiknya di buat secara membujur dari utara ke selatan,setelah proses pembuatan bedengan selesai tambahkan pupuk kandang/kompos kedalam bedengan campur secara merata dengan tanah,Setelah proses pembuatan bedengan selesai lahan bedengan untuk tempat persemaian di biarkan kering dan di angin-anginkan terlebih dahulu selama 4-5 hari,selain itu rawatlah bedengan dengan cara membersihkan dari gulma yang tumbuh di bedengan

Buatlah peneduh di atas bedengan guna menghindari sinar matahari yang terlalu terik dan air hujan,buatlah peneduh yang di buat tidak permanen sehingga mudah di buka saat bibit membutuhkan sinar matahari dalam jumlah yang banyak peneduh atau atap bisa di buat dari daun pakis,daun kelapa,atau plastik .tap bedengan di pasang miring dengan tinggi sebelah timur sekitar 100 cm dan sebelah barat sekitar 75cmSebelum persemaian bedengan di beri air agar basah dan kelembabanya terjaga

Setelah itu sebar benih tomat kedalam bedengan secara merata,kemudian tutup beni atau biji dengan tanah setebal 1cm Ini gunanya kenapa atap tidak di buat secara permanen.saat benih atau biji mulai tumbuh berkecambah tanaman tomat mulai membutuhkan terik sinar matahari secara langsung .pembukaan atap sebaiknya di lakukan pada waktu(pukul 06:00-10:00)kemudian pada waktu sore minimal (pukul 15:00-17:00)pembukaan bedeng pada kedua waktu tersebut pengaruh sinar matahari dan temperature suhu udara tidak terlalu tinggi sehingga bagus buat kecambah bibit tomat yang baru tumbuh,apabila pada saat hujan turun sebaiknya atap di biarkan tertutup agar bibit yang baru tumbuh tidak terkena curah hujan secara langsung

Persemaian Benih di Kotak

Buatlah persemaian yang terbuat dari kayu dengan panjang 50-60cm,dan lebar 30-40cm,kemudian tinggi 25-30cm,selain kayu persemaian juga bisa terbuat dari bahan plastik atau semen dengan ukuran yang sama,dan jangan lupa pada saat pembuatan persemaian dari kotak ini dasar kotak tersebut harus di lubangi dengan diameter lubang 0,5cm

Setelah pembuatan kotak persemaian selesai langkah selanjutnya yaitu isi kotak semai dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang setinggi 12cm.perbandingan komposisi antara tanah dan pupuk kandang adalah 1:1 ATAU 1:2 media semai tersebut kemudian di padatkan sedkit demi sedikit lalu basahi media semai sehari sebelum tanam,Setelah proses pembuatan kotak persemaian selesai tinggal benih di tanam dengan antar baris 5cm dan dalam 0,5-1cm kemudian tutup dengan tanah, Siram bibit dengan air secukupnya setiap pagi dan sore hari Penyapihan berlangsung kurang lebih selama 14-21 hari atau setelah bibit sudah memiliki tinggi 15 cm dan berdaun 4 atau 5 helai

Pengolahan Tanah

Untuk penanaman bibit di lahan harus memperhitungkan waktu, antara lain lamanya bibit di persemaian hingga dapat dipindah untuk ditanam ke Lahan persawahan dengan lamanya proses pengolahan tanah sampai siap tanam. Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-35 hari, sedangkan lamanya pengolahan tanah yang intensif sampai siap tanam adalah 1 minggu bila di kerjakan dengan 5-6 orang itupun tergantung seberapa luas lahan yang mau di tanam

Pengolahan lahan untuk budidayakan tomat.harus disiapkan sebaik mungkin. Para ahli pertanian menyarankan, Seperti halnya menanam cabai,baca juga cara budidaya cabe rawit. lahan untuk tomat juga harus diolah terlebih dulu. Cara mengolahnya cukup mudah, tinggal ditambahkan pupuk kandang matang. Dosisnya 10 ton pupuk untuk 1 hektare lahan, campurkan dengan tanah secara merata

Tanah yang telah diolah tadi, kemudian dibuat bedengan-bedengan. Lebarnya 110 - 120 cm dengan tinggi 50-60 cm. Jarak antar bedengan sebaiknya 50-60cm.proses pembuatanya sama seperti yang sudah di jelaskan di atas Lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha. Pada tahap ini, tanah yang telah ditaburi pupuk kandang dicangkul kembali dan diratakan kemudian Semprot bedengan dengan larutan pupuk hayati MiG-6plus dengan dosis 2 liter per hektare. Diamkan selama tiga hari, sebelum mulai ditanami

Penanaman

Ketika benih atau biji tomat sudah tumbuh dan sudah siap di tanam hal yang harus di lakukan adalah pemindahan bibit yang berada di bedengan atau kotak dari tempat persemaian untuk dipindahkan ke lahan yang permanen caranya yaitu:

Lubangi lahan dengan alat kayu yang bulat dan ujung bawahnya di buat merucing,kalo di daerah saya itu namanya panja,sedalam kurang lebih 1 cm,Tanam bibit tomat ke dalam lubang di lahan anda secara tegak lalu timbun kembali dengan tanah Proses penanaman ini dilakukan baiknya pada pagi dan sore hari agar bibit tomat tidak layu

Pemasangan Ajir

Ajir atau biasa di sebut di desa saya adalah lanjaran,yang terbuat dari bambu dengan panjang 100-175cm, dalam hal ini bertujuan untuk mencegah tanaman tomat supaya tidak roboh pemasangan ajir di lahan dengan cara di tancapkan ke dalam tanah posisinya tegak lurus penerapan ini dapat di lakukan ketika tanaman masih kecil ketika tanaman tomat sudah tumbuh mencapai 15-20cm lakukanlah proses pengikatan tetapi jangan terlalu kencang intinya si cuma untuk penyanggah batang tomat sajaa supaya bisa tegak lurus ke atas

Penyiraman

Dalam budidaya tomat kebutuhan air tidaklah terlalu banyak,namun perlu di perhatikan juga tidak boleh kekurangan air,bila air berlebihan sampai menggenang pada areal tanaman tomat hal ini dapat mengakibatkan tanaman tumbuh memanjang,karena tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan sangat mudah untuk terserang penyakit

Begitupula sebaliknya bila kekurangan air yang berkepanjangan pada tanaman tomat dapat menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat kekeringan yang memanjang dapat mengakibatkan kerontokan bunga apa bila kekurangan air terjadi selama periode masa pembungaan

Dalam penerapan hal ini perlu di perhatikan dan di sesuaikan dengan kondisi cuaca bila waktu penanaman pada musim hujan kita tidak perlu lagi melakukan penyiraman malahan yang harus di perhatikan adalah kondisi saluran bedengan tersebut supaya air tidak menggenang di dalam lahan.bila waktu penanaman pada musim kemaru sebaiknya lakukan penyiraman pagi atau sore hari,guna mencegah terjadinya tanaman layu

Perawatan

Bila ada tanaman yang mati,rusak,layu atau pertumbuhanya tidak normal sebaiknya segera lakukan penyulaman,penyulaman sebaiknya di lakukan 12 hari setelah tanam,bibit yang di gunakan unuk menyulam adalah bibit yang usia tumbuhnya sama sehingga pada waktu panen bisa di pentik secara bersamaan

Penyiangan

Hal yang wajib di lakukan para petani saat budidaya tomat adalah melakukan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar area tanaman karena gulma-gulma ini yang menjadi pesaing dalam penyerapan nutrisi dan unsur hara,gulma ini juga dapat mendatangkan hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat proses penyiangan dapat di lakukan 4-5kali itu tergantung kondisi kebun

Pemangkasan Cabang

Supaya bisa menghasilkan buah tomat yang banyak maka lakukanlah pemangkasan,pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tanaman maka bisa menghasilkan buah tomat yang lebih besar di bandingkan dengan tanpa pemangkasan oleh sebab itu para petani melakukan proses pemangkasan ini seminggu sekali proses pemangkasan bisa di lakukan dengan tangan dan bila cabang sudah terlalu tua maka lakukanlan dengan pisau

Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Pengadilan hama dan penyakit adalah faktor yang sangat penting untuk budidaya tomat biar menghasilkan produtivitas panen yang memuaskan ada beberapa hama yang sering menyerang jenisnya bisa berupa wereng,ulat,kutu,lalat dan penyakit tanaman tomat bisa berupa layu,busuk,serangan virus dan bakteri

Kutu Kebul

Hewan ini mempunyai sayap dan berwarna putih hama ini biasanya bergerombol dan bertempat di bawah daun dan di badanya mempunyai tepung-tepung yang berwarna putih,bila kena angin atau tersentuh tepung tersebut akan berterbangan ke mana-mana kutu kebul ini menyerang dengan menghisap cairan daun

Pengadilanya dapat di lakukan dengan menjaga kebersihan areal budidaya tomat,pengadilan secara kimia dapat di llakukan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin

Lalat Buah

Serangga ini mempunyai warna hitam kekuningan dan berbentuk seperti tawon hama ini menyerang pada bagian buah tomat dengan mengeluarkan telur kedalam buah tomat setelah menetas lava itu akan memakan buah tomat sehingga menyebabkan buah menjadi busuk

Pengadilan dapat di gunakan menggunakan perangkap buah Kebersihan dan sanitasi areal budidaya juga perlu diperhatikan. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang berbau menyengat, misalnya santoat atau curacron

Ulat Buah

Ulat buah menyerang buah,daun dan batang tomat Gejala serangan pada buah tomat ditandai dengan adanya lubang dan buah membusuk. Pada daun menyebabkan daun berlubang dan menyerang bagian batang muda.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan membunuh ulat secara manual. Secara kimiawi dapat disemprot dengan insektisida abamectin, regent atau prevaton

Penyakit Tanaman Tomat

Bercak Daun

Bercak daun disebabkan oleh cendawan (Cercospora capsici), pada daun yang terserang terdapat bintik-bintik bulat dan berwarna hitam kecoklatan. Lama kelamaan daun menguning dan akhirnya rontok

Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan areal budidaya dan penggunaan mulsa plastik pada musim hujan. Pada musim hujan disarankan untuk menanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar sirkulasi lancar dan dapat mengurangi kelembaban

Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb, antracol, saromyl, score, atau starmyl

Busuk Daun

Penyebab penyakit busuk daun adalah cendawan Phytophthora infestans. Gejala awal terlihat adanya bercak basah berwarna hitam pada ujung daun, dan meluas keseluruh bagian daun sampai tangkai daun. Penyakit ini mudah menyebar, terlebih pada saat musim hujan dengan kelembaban tinggi

Pengendalian dilakukan dengan cara membuang bagian tanaman yang terserang agar tidak menular. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan varietas yang tahan terhadap penyakit ini.Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb, antracol, score atau starmyl

Layu Bakteri

Gejalanya terlihat jika pucuk tanaman layu atau daun tua menguning. Jika batang dipotong akan terlihat cairan berwarna susu seperti lendir. Pengendalian bisa dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman bukan sejenis dan menggunakan benih yang tahan terhadap bakteri
Pengendalian secara kimia dapat dilakukan penyemprotan dengan bakterisida

Cara Pemanenan Buah Tomat

Buah tomat dapat di panen pada saat tanaman sudah berumur 60-100 hari setelah tanam ciri buah siap panen; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering,batang menguning

Waktu pemetikan tomat sebaiknya di lakukan pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah.cara pemetikan yaitu buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik.kemdian masukkan kedalam keranjang dan letakkan di tempat yang teduh Pemetikan buah tomat dapat dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik

Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang,Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting,Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi

Label: