Cara Budidaya Cacing Sutra

Cacing rambut atau cacing sutra adalah cacing yang mampu hidup dengan air yang ph'nya sangat rendah,seperti;comberan,Limbah pabrik,limbah dapur,sungai,dan selokan-selokan membahas tentang cacing sutra jadi teringan waktu dulu bersama teman-teman saat mencari cacing sutra ini ^_^untuk pakan anak lele baca juga cara ternak lele untuk pemula sedikit bercerita yah pada dahulu saya mencari cacing sutra ini naik sepeda dari perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kira-kira hampir memakan waktu 1jam
 
Karena saya dari pedesaan dulu yang banyak cacing sutra adalah di tempat-tempat yang airnya kumuh seperti di sungai kota dan ahkrinya saya dan 3 teman sampai di tujuan dan berpencar pada saat itu saya sedang asyik-asyiknya menangkap cacing tersebut di belakang rumah tau tuh rumah siapa orang di kota ^_^ karena banyaknya dan saking asyiknya sedang menangkapnya dengan seser atau jaring yang kecil tau-tau dari atas tuh kan ada pipa paralon yang menuju langsung ke sunga pada saat itu air sungainya ga berjalan dan cuma menggenang aja eh malah dari dalam ada yang lagi BAB wualah bonus ini, saya langsung spontan pindah saja dari pada blepotan kena tinja orang ^_^hehehehe pengalaman yang takan terlupakan tuhh seumur hidup
 
Okk kita kembali ke topik bagi para pembudidaya ikan, apalagi yang sedang menekuni di bidang pembenihan. dewasa ini budidaya ikan semakin hari semakin berkembang kebutuhan pakanpun menjadi salah satu hal serius salah satu makanan pokok untuk kegiatan budidaya adalah dengan menerapkan pakan alami yang banyak di gunakan maupun di perjual belikan seperti cacing sutra 
 
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda yang memang bergerak dibidang ini perlu melakukan dan mempraktekannya.dan bagi anda yang mau mendapatkan penghasilan tambahan boleh juga menyimak cara budidaya cacing sutra ini
Seperti yang saya ceritakan di atas cacing sutra dapat hidup di air yang kumuh dan berlumpur dengan kedalaman kisaran 0-4cm,namun untuk kehidupan cacing sutra yang mau di budidayakan memiliki peranan yang berbeda dengan yang di alam untuk tumbuh berkembang biak dengan baik di perlukan kwalitas air yang sesuai di antaranya adalah:
Cacing sutra di golongkan sebagai hewan hermaprodit, yang mana berkembang biakannya melalui telur dengan proses pembuahan secara eksternal. Telur-telur yang sudah dibuahi oleh pejantan nantinya akan mengalami proses pembelahan menjadi dua sebelum akhirnya menetas
Langkah-langka Awal Dalam Budidaya Bacing Sutra
Persiapan Bibit Cacing Sutra
 
Sebenarnya dalam menerapkan budidaya cacing sutra sangatlah gampang,karena bibit cacing sutra dapat kita dapatkan dengan mudah dengan kita membeli di toko ikan hias atau kalo sulit menemukan di toko bisa juga kita mencari sendiri di alam seperti sungai,atau selokan-selokan tapi dengan syarat,cacing sutra yang di dapat dari sungai harus kita karantinakan terlebih dahulu supaya bakteri dan patogen menghilang Cacing yang sudah di dapatkan di karantina minimal 2-3 hari dengan cara di aliri dengan air bersih dengan kucuran air yang kecil sehingga dengan cara ini kondisi kesehatan cacing akan lebih terjaga dan jauh dari bakteri dan potagen

Persiapkan Kolam

Dalam persiapkan kolam perlu diperhatikan kondisi dan tempat yaitu jangan terlalu panas dan jangan terkena sinar matahari secara langsung.Kebutuhan sinar matahari hanya kisaran 30% saja ada 2 cara dalam budidaya cacing sutra diantaranya yaitu:
 
Tanah digalih sedalam 5-10 cm kemudian buat kubangan lumpur dengan ukuran 1x2m buatlah saluran air dengan 2 lubang sebagai keluar dan masuk air,Plastik/terpal dipasang dengan ukuran 1x2m panjang sesuai keinginan
 
Teknik budidaya cacing sutera dalam nampan plastik masih relatif baru diperkenalkan dan belum banyak pelaku usaha yang menggunakan cara budidaya seperti ini. Nampan plastik ini mudah dan murah untuk mendapatkannya Budidaya cacing sutra dengan cara ini tidak membutuhkan lahan yang luas, karena medianya disusun ke atas secar vertikal dan cenderung bisa juga di terapkan dilahan yang sempit seperti disela-sela sekatan rumah ataupun tempat lainnya Agar kapasitas produksinya bisa maksimal ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya dengan sistem nampan ini,di antaranya yaitu :
 
Nampan diusahakan awet dan tahan pecah, sehingga bibit yang sudah ada dimedia tidak mesti mengulang dari awal budidaya yang biasanya membutuhkan waktu 50 – 57 hari mulai dari awal sampai dengan panen.
 
Kayu balok dan reng bambu yang dipakai harus yang kwalitasnya bagus ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti patah,roboh akibat kayu kropos,reng bambunya patah atau gampang rapuh Namun waktu ekonomis dan kekuatan dari kedua bahan tersebut tidak lama meskipun lebih murah. Cara pembuatan lainnya adalah menyusun wadah dalam rak besi atau alumunium namun biaya pembuatannya cukup mahal namun diimbangi dengan masa pakai dan kekuatan yang lebih bagus dan lama
 
Jumlah nampan diatur sebanyak mungkin dengan tetap memperhatikan kekuatan rangka yang ada Semakin banyak rak/susunan kerangka akan semakin banyak produksi cacing sutra yang akan dihasilkan

Pemupukan

Agar pertumbuhan cacing ini menghasilkan kualitas yang baik dan normal,lahan yang mau di pake terlebih dahulu di beri pupuk dengan menggunakan ampas tahu sebanyak 200-225 liter/m2 atau bisa juga menggunakan pupuk kandang sebanyak 300gram/m2 setelah itu masukan air dengan ketinggian 5cm diamkan selama kurang lebih 3-4 hari hal pemupukan ini bertujuan untuk sumber makanan cacing.karena Cacing sutra sangat menyukai bahan organik sebagai bahan makanannya
 
Proses Penebaran Bibit
 
Supaya hasilnya bagus bibit cacing sutera ini ditebarkan secara merata. Selama proses budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter/detik (arus lamban)
 
Dalam melakukan budidaya cacing sutra ini dapat di lakukan oleh siapa saja yang penting telaten dan butuh keuletan biar bisa menghasilkan pundi-pundi uang tambahan, agar usaha budidaya cacing ini menghasilkan produk yang bermutu dan bagus sehingga jauh dari hama maupun penyakit, juga bebas dari bakteri patogen maka untuk lahan perlu ada lahan uji coba
 
Langkah-langkah Pemeliharaan Cacing Sutra 
Lahan uji coba berupa kolam tanah dengan ukuran 8x1,5m dan dalam kolam 30cm
Kubangan di usahakan kubangan bersih dari rumput atau hewan yang menjadi hama bagi cacing sutra ,dasar kolam terbebas dari bebatuan atau benda-benda keras lainnya.
 
Pipa air pengeluaran di cek pastikan berfungsi dengan baik. Pipa Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjangsekitar 15 cm 
Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm. Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata dantidak terdapat lumpur yang keras
 
Gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut, jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua bagian 
Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudian sebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk 
Genangi kubangan 
Pasang atap berfungsi untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
Kubangan yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang (media sudah tidak beraroma busuk)
Tebarkan 0.5 liter gumpalan cacing sutra sebagai bibit, dengan cara menyiramnya terlebih dahulu didalam baskom agar gumpalannya buyar.Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan dikubangan ke seluruh permukaan secara merata.Kemudian atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3inci
Pakan Cacing Sutra

Cacing sutra juga termasuk makhluk hidup,yang tentunya juga membutuhkan makan.Makanannya adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan.Cara makan cacing sutra yaitu dengan cara menelan makanan secara bersama'an dengan sedimen dan karena cacing sutra mempunyai mekanisme yang dapat memisahkan sedimen dan makanan yang mereka butuhkan. Jadi kita juga harus menyediakan makanannya tersebut. Pakan cacing sutra tambahan sangat sederhana sekali di antaranya yaitu:
  1. Ampas tahu/tahunya
  2. Telur
  3. Bekatul
  4. Tetes tebu
Panen Cacing Sutra

Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses pemanenan cacing sutera dalam usaha ini dapat dilakukan setelah budidaya berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bahkan panen bisa dilakukan setiap dua minggu sekali

Cara pemanenan cacing sutera dapat dilakunan dengan menggunakan serok tapi yang bahannya halus/lembut. Cacing sutera yang didapat dan masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media budidaya agar cacing sutera atau cacing sutra naik ke permukaan media budidaya

Caranya yaitu Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam. Setelah enam jam, cacing rambut yang menggerombol diatas media diambil dengan tangan.dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu.

Kemudian jika anda ingin melakukan sistim panen ini dapatberkesinambungan sebaiknya perlu dirancang sedemikian rupa sehingga panjang parit perlu diatur agar bisa memenuhi keperluan yang diharapkan untuk setiap harinya.

Label: