Cara Budidaya Tanaman Cengkeh Bagi Pemula

SEJARAH:Cengkih (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma khas dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, Tanaman ini telah digunakan secara global sebagai bumbu umum untuk makanan.pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama pembuatan rokok kretek khas Indonesia. Nama lain cengkeh juga berasal dari bahasa Latin, clavus,yang berarti kuku, karena mungkin kuku-bentuk tunas kering. Cina penggunaan pertama kuno didokumentasikan dari cengkeh harum di 207 SM Telah digunakan medicinally, di zaman kuno, untuk menghilangkan bau mulut, menghilangkan serangga, serta luasnya macam aplikasi lainnya adapun cara pengolahan cengkeh yang di budidayakan pada umumnya di indonesia di antaranya yaitu:

Iklim Dan Tanah

Tanaman cengkeh tumbuh dengan baik di tanah liat, kaya tropis lembab dan dapat tumbuh dengan baik di tanah merah Kerala, sebuah iklim yang lebih dingin dengan curah hujan terdistribusi dengan baik sangat ideal untuk situs pembungaan. karena tanaman cengkeh tidak tahan dengan kekeringan, sebab bila terjadi kekeringan pada pohon cengkeh dapat mengakibatkan kematian pada pohon yang masih berusia 1 – 2 tahun, dan beakibat mati ranting bila kekeringan pada pohon yang sudah tua/dewasa,juga mengakibatkan hasilnya kurang produktif .Baik itu drainase karena tanaman tidak dapat menahan kondisi masuk air. Yang berlebihan ,jadi tanaman cengkeh ini dapat tumbuh subur dengan baik di daerah yang curah hujan tahunan mencapai 150-300 mm dan tanaman cengkeh ini dapat tumbuh di ketinggian 1500m di atas permukaan laut

Bahan Tanam

Untuk memperoleh pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, sebaiknya para petani harus bisa memproduksi biji yang berkualitas untuk keperluan pembibitan di antaranya yaitu: 
  1. Benih harus dikumpulkan dari buah yang sudah masak untuk meningkatkan kualitas benih
  2. Buah-buahan untuk budidaya sebagai benih, dikenal sangat populer sebagai "ibu dari cengkeh" cengkeh yang telah terpilih untuk diambil bijinya buat pembenihan atau pembibitan,di rekomendasikan biarkan matang di pohon 
  3. Pohonnya sehat,Percabangannya rapat mulai dari bawah dan atas
  4. Daunnya rimbun dan Umurnya 10 tahun ke atas
Pohon yang akan diambil bijinya harus dirawat teratur dan penuh perhatian ,dengan cara diberi pupuk yang banyak. Dosis pupuknya harus lebih banyak daripada pohon cengkeh yang tidak dibijikan. Tanah di sekitar pohon yang akan diambil bijinya harus digemburkan dan bila perlu ditambah dengan pupuk kandang, biji yang kualitasnya baik akan terletak pada bagian pucuk, karena biji yang di pucuk bisa tumbuh lebih besar dan hampir tidak ada yang kosong

Biji-biji yang dipetik yaitu biji yang sudah berubah berwarna hitam ungu dan sudah ada yang gugur. Biji ini masak kira-kira bulan Oktober/November. Jadi kira-kira 4 – 5 bulan setelah panen, atau 9 – 10 bulan dari bakal bunga
Setelah dikumpulkan semua biji yang masak, baru dikupas kulitnya. Pengupasan dilakukan secara perlahan agar biji cengkeh tidak luka. Setelah dikupas baru dicuci dengan air bersih, kemudian disortir untuk memisahkan biji yang kurang baik seperti; biji yang terlalu kecil, terdapat bercak hitam, kotilnya tinggal satu, atau satu buah cengkeh tapi berisi dua biji. Setelah disortir dan dipilih, biji-biji cengkeh bisa ditanam langsung di pembibitan atau direndam dengan air semalam

Persemaian Dan Pembibitan

Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian. Agar bisa memperoleh dan menghasilkan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti.

Dalam memilih tempat persemaian, ada beberapa factor yang diperhatikan :
  1. Tanah harus subur dan mudah diairi (terutama pada musim kemarau)
  2. Tempat persemaian harus terlindung dari angin kencang
  3. Tempat strategis (misalnya mudah mengangkut benih dan dekat dengan areal tanam)
Tahap-tahap kerja yang harus dilakukan dalam persemaian :
  1. Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul. Lebarnya maksimal175 cm dan panjangnya maksimal 5 meter, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan.
  2. Di antara bedengan persemaian diberi parit air kira-kira 50 cm.
  3. Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira-kira 30 cm.
  4. Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya hingga ke akar-akarnya.
  5. Pencangkulan diulangi 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira-kira 20 cm di atas permukaan parit.
  6. Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) supaya tanah persemaian tidak larut kena air
  7. Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata-rata 1 blek tiap 3m² atau kondisional, melihat intensitas kesuburan tanah.
  8. Memasang peneduh setinggi rata-rata 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami.
  9. Tiap-tiap gukutan/bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah, gangsir, rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh.
Setelah semuanya siap, biji muulai ditanam. Pilihlah biji kualitas terbaik atau unggul. Biji bisa disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang bagus. Jika tidak punya binih yang bagus, sebaiknya mencari di took-toko pertanian atau lembaga-lembaga pertanian dan tanaman yang terpercaya

Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 1 tahun, maka jarak tanamnya 20 x 20 cm. jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30 x 30 cm

Sebaiknya biji dikecambahkan dulu, kurang lebih selama 5 hari sehingga pertumbuhan akarnya lurus dan baik. Caranya, biji ditempatkan pada keranjang-keranjang pipih yang diberi tanah secukupnya. Biji cengkeh ditaruh berjajar rata pada tempat tersebut.

Jika sudah berkecambah, maka biji dibawa ke persemaian, dicabuti satu-satu dan ditanam persis pada leher akarnya. Dengan cara ini, batang dan akar cengkeh akan tumbuh lurus sehingga memudahkan penanaman di areal tanam kelak.

Jika tidak ada hujan hingga 2 – 3 hari berturut-turut, maka benih harus ceepat disiram dengan alat penyiram yang lubangnya halus, agar biji-biji tidak terpelanting.

Pada umur tiga bulan, tanah-tanah sekitar bibit-bibit tadi digemburkan dengan solet (bamboo selebar 2 jari yang ditipiskan). Selain itu, rerumputan dan tanaman pengganggu harus dicabuti agar tidak merampas gizi-gizi dalam tanah yang menjadi jatah makanan benih cengkeh

Penggemburan tanah sekaligus disertai pemberian pupuk urea dengan dosis ± 30 gram per m². penggemburan tanah dan pemupukan dengan cara yang sama dilakukan tiap satu bulan sekali.

Jika benih telah berumur empat bulan maka peneduh mulai dijarangkan, sehingga pada umur satu tahun peneduh buatan sudah bisa dibuka, supaya benih mendapat sinar matahari yang banyak. Karena semakin banyak sinar matahari akan berpengaruh pada percabangan menjadi baik dan sehat.Bibit bisa sipelihara di persemaian hingga berumur 1 – 2 tahun, dan penggunaan bibit yang berumur 2 tahun akan lebih baik pada pertumbuhannya. Pengambilan bibit harus hati-hati jangan sampai akarnya rusak

Cara pengambilan benih harus hati-hati, usahakan pengaambilan benih dengan tanahnya supaya akar tidak rusak, kemudian tanah yang didalamnya akar dapat dibungkus dengan plastic dan gedebog pisang yang telah dikeringkan, atau dengan pembungkus lain, yang paling penting tanah dan akar tidak pecah

Setelah benih dibungkus, taro benih ditempat yang teduh selama 1 – 2 minggu, selama bibit disimpan sebaiknya disemprot dengan K.O.C 1 – 2% untu menahan pertumbuhan jamur pada daun. Akan lebih baik lagi kalau disemprot dengan insektisida

Setelah disimpan 1 – 2 minggu, bibit yang tidak layu bisa ditanam di areal tanam. Kematian selama pemutaran bibit kira-kira terjadi sebanyak 1% saja. Bibit yang layu biasanya bisa tumbuh segar kembali. Pucuk/pupus yang kering sebaiknya dipotong untuk mempercepat pertumbuhan selanjutnya .Persemaian dan Pembibitan ini saya ambil dari www.facebook.com/DuniaInovasiTani/

Persiapan Lahan Dan Penanaman

Lahan yang dipilih untuk meningkatkan perkebunan cengkeh harus dicangkul,digemburkan dan dibersihkan dari pertumbuhan rumput-rumput liar. Kemudidan buat lubang dengan ukuran dari 75x75x75,cm digali dengan jarak 6-7 mts. kemudian jarak yang harus disesuaikan dengan jarak tanaman utama. Penutupan lubang dilakukan dengan mencampur dengan kompos, pupuk kandang sapi, dan dicampur dengan TSP juga tanah galian pada tiap lubang tanam. yang ditransplantasikan di bidang utama selama awal musim hujan, di Juni-Juli, dan di dataran rendah menjelang akhir bulan, September -October.

Pemupukan Dan Aplikasi Pupuk

Tujuan pemupukan pada tanaman cengkeh adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman cengkeh serta meningkatnya produksi buah cengkeh.Pemupukan yang tidak tepat dosis, waktu, dan caranya menyebabkan tanaman tidak tumbuh baik dan optimal. Tanaman akan kekurangan unsur hara maupun kelebihan pupuk. Demikian juga sebaliknya, pemupukan yang kelebihan dosis bisa menimbulkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah, merusak sifat tanah, dan pencemaran lingkungan. dan pemberian pupuk yang baik dan tepat harus mengetahui kondisi lahan dan tanaman di antaranya yaitu:
  1. Untuk pertamakali bilamana belum pernah diberikan DSP, dosis per pohonnya 5 kg. Selanjutnya setiap pemupukan 4 kg / pohon (sesuai dosis).
  2. Khusus tanah marginal, umumnya tanah berwarna terang atau daerah berbukit (podsolik merah kuning) penambahan pupuk kandang secara rutin sangat diperlukan.Pupuk ternak kandang atau kompos 50 kg 
  3. Bila menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya adalah 4 kg NPK dan 4 kg DSP.
  4. Pemupukan dilakukan 2 kali pertahun yaitu awal dan akhir musim hujan.
Organic dapat diterapkan sebagai dosis tunggal pada awal musim hujan di parit digali sekitar pohon-pohon. Dosis pupuk yang dianjurkan untuk pupuk anorganik adalah 40gram urea, 110gram yang super fosfat, dan 80gram Murate kalium dalam stage.The dosis awal semakin meningkat untuk 600gm urea, 1560gm Super fosfat dan 1250gm Murate per tahun .untuk dewasa pohon 15 tahun atau lebih pupuk harus diterapkan dalam dosis terbagi sama yaitu pada bulan Mei-Juni dan September-Oktober di parit dangkal digali di sekitar tanaman

Perlindungan Tanaman Cengkeh

Mati Bujang

Penyebab: keadaan tanah yang tidak cocok, system drainase yang kurang baik, adanya lapisan padas yang dangkal dan tidak dapat menyerap air, atau adanya tanah liat yang becek saat musim hujan dan retak-retak saat musim kemarau

Gejala: kematian dari puncak pohon yang meluas ke bawah pohon. Pohon hampir menjadi gundul, daun yang tidak gugur berwarna hiaju suram, kadang-kadang kuning kemudian layu dan akhirnya tanaman akan mati

Pengadilan: saat menanam perlu memilih tanah yang cocok dengan system drainase yang baik. Dilakukan penggemburan tanah dengan cara memebri pupuk organic yang telah matang betul

Mati Kekeringan

Mati kering pada tanaman cengkeh biasanya disebabkan dengan cuaca yang terlalu panas dan kekurangan air

Pengadianya: bisa dengan memberi peneduh dan dilakukan penyiraman. Kebutuhan pohon cengkeh umur 8-10 tahun sangat memerlukan air 20 liter/hari

Penyakit Tanaman Cengkeh dan Pengadilanya

Layu Bibit

Bibit layu adalah masalah serius di beberapa daun areas.bibit yang terkena akan kehilangan kesuburan, terkulai dan akhirnya diet.sistem akar tanaman cengkeh tersebut kelihatan busuk perubahan warna pada daun dan pembusukan. Karena tanaman yang terinfeksi menyebarkan penyakit lanjut ke tanaman lainya, maka mereka harus segera dihapus dan bibit yang tersisa harus ditangani dengan carbendazim + mancozeb campuran fungisida dengan melarutkan sebagai 2 gram per liter air dan kemudian membasahi bagian akar bibit
Daun Rot

Daun Rot diamati di pohon-pohon dan infeksi seedlings.dimulai disebarkan warna gelap di ujung daun atau margin dan kemudian daun membusuk, sehingga dedaunan menjadi kuning, layu, kemudian berguguran.

Pengadilannya : pohon yang terkena harus disemprot dengan carbendazim + campuran mancozeb atau Koperoxy klorida dengan melarutkan 2-3 gm dalam 1 liter air,kemudian semprotkan kepada dedaunan yang terserang dan penyemprotan di lakukan dengan rata

Bercak Daun Dan Tunas Shedding

Penyakit ini ditandai dengan bintik-bintik coklat gelap dengan lingkaran kuning pada daun .such bintik-bintik juga muncul pada tunas mengakibatkan mati ranting.Pengadilanya bisa dengan menyeprot mereka dengan  Koperoxy klorida 3 gram per liter air hal ini dapat mencegah timbulnya penyakit ini

Serangga Hama Tanaman Cengkeh dan Pengadilanya

Hama Rayap

Rayap menyerang akar tanaman cengkeh yang masih muda. Untuk mengatasi rayap bisa menggunakan insektissida

Hama Kutu Daun

Hama ini biasanya menyerang pada bagian daun yang masih muda (pucuk daun). Kutu ini biasanya melekat pada tangkai daun dan ranting. Jika di biarkan akan menimbulkan penyakit jelaga dimana daun terlapisi lapisan hitam yang dapat menggangu proses asimilasi daun

Pengadilanya: dengan menyemprotkan endrin 1% atau dengan medol 0,5%

Penggerek Batang

Binatang ini menyerang pada batang tanaman bagian bawah yang telah berumur 4 – 8 tahun. yang nampak keliatan adalah adanya lubang yang mengeluarkan air kotoran dari kayu ,Binatang penggerek ini merupakan ulat (larva) dari Nothopeus fasciatipennis yang telurnya di letakan pada batang dekat permukaan tanah.Ketika telurnya menetas, larva tersebut akan menggrogoti kulit sampai ke batang kayu

Pengadilanya:dengan cara membersihkan telur-telur yang ada di batang, menutup lubang dengan rapat, lubang-lubang akibat larva dapat ditutup dengan kapas yang telah diberi insektisida untuk mematikan larva tersebut

Panen

Pohon cengkeh dapat dipanen setelah mencapai usia tanam 4-5-6 tahun atau ketika bunga berubah dari hijau ke ungu. musim berbunga bervariasi dari September-Oktober di dataran rendah dan Desember-Januari di tinggi .Untuk memperoleh hasil kualitas mutu produksi yang baik bunga cengkeh sebaiknya dipetik saat matang petik, yaitu pada saat kepala bunga kelihatan sudah penuh tetapi belum terbuka lebar.Bunga yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang gendong dan dibawa ke tempat pengolahan. Matang petik setiap tanaman pada umumnya tidak semua serempak dan dalam tahap pemetikan ini dapat dilakukan setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. tahap ini,dilakukan tanpa harus merusak cabang dan di lakukan dengan hati-hati, supaya tidak mempengaruhi pertumbuhan bunga berikutnya

Kuncup bunga yang dipanen dipisahkan dari tangkainya dengan menggunakan tangan dan menyebar di halaman pengeringan.Pengeringan bisa menggunakan kayu bakar atau bahan bakar minyak.Dan juga dengan menggunakan matahari yang di alasi dengan terpal,hingga kadar air menjadi 12-14% atau tahap pengeringan berakhir ketika batang tunas sudah berubah warna menjadi gelap kecoklatan, cengkeh kering .Di Hargai Rp:11.000-15.000 /1 kg

Label: