Cara "Sukses" Budidaya Ikan Wader Bagi Pemula

Cara "Sukses" Budidaya Ikan Wader Bagi Pemula

Cara Budidaya Ikan Wader - Untuk membudidayakan ikan wader, hal yang pertama-tama kita harus mengetahui ciri-ciri fisik ikan wader agar mempermudah dalam pemeliharaannya. Di Indonesia pada umumnya kita dapat menjumpai dua jenis ikan wader yaitu wader pari dan wader cakul. 

Ikan wader pari cenderung lebih ramping dan memiliki warna keemasan dan keperakan di bagian atas dan bawah tubuhnya. Sedangkan wader cakul memiliki warna perak kehijauan dan memiliki dua bintik di bagian ujung ekornya. Kedua jenis wader tersebut memiliki ukuran kurang lebih 10-17 cm. Pada ikan wader betina biasanya terdapat tiga lubang kelamin dibandingkan jantan yang hanya memiliki dua. 

Cara Budidaya Ikan Wader

Persiapan Tempat Pemeliharaan

Untuk membudidayakan ikan wader, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan kolam atau tempat pemeliharaan yang layak. Dua macam kolam harus disediakan yaitu kolam untuk induk dan juga kolam untuk pengembangbiakkan bibit baru. 

Sebelum memindahkan ikan wader hasil tangkapan ke dalam kolam, alangkah baiknya apabila kolan dikeringkan dahulu selama beberapa hari. Upaya tersebut ditujukan untuk membunuh bakteri dan menghilangkan aroma tidak sedap pada saat usaha pemijahan. 

Air yang digunakan untuk mengisi kolam juga diharuskan air tawar, jangan lupa untuk menjaga kebersihan kolam agar ikan wader kalian terhindar dari benih-benih bakteri, jamur dan penyakit. 

Pemisahan Induk

Seperti yang telah disebutkan diatas, kolam untuk induk ikan wader harus disendirikan dari kolam bibit ikan. Hal tersebut dikarenakan adanya resiko induk untuk memakan telur atau bayi ikan mereka. 

Setelah dipisah, induk-induk tersebut harus diberi makan pellet atau ampas tahu agar segera mematangkan gonadnya. Gonad merupakan kelenjar yang memproduksi cairan gamet yang dapat menarik ikan jantan untuk membuahi sel telur mereka. 

Gonada biasanya akan matang setelah dua hari diberi makan dan dirawat pada kolam khusus induk. Setelah gonad matang, langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan atau pemberanakkan, secara umum, telur ikan wader akan menetas 24 jam setelah telur dikeluarkan. 

Pemisahan Larva Dan Benih Ikan Wader

Setelah benih ikan wader menetas, adalah penting untuk segera memindahkan benih-benih tersebut ke kolam tersendiri. Benih ikan wader biasanya akan memakan plankton atau lumut yang tumbuh di kolam. 

Namun untuk menambah nutrisi dan mempercepat pertumbuhan, bisa diberikan asupan nutrisi lain terhadap bibit-bibit ikan wader tersebut. Pemberian nutrisi tambahan tersebut dapat dilakukan melalui kuning telur ayam rebus yang dihaluskan. 

Memberi kuning telur ayam rebus secara rutin akan memberi bibit-bibit tersebut pasokan protein yang penting bagi pertumbuhan mereka. Ukuran benih ikan wader secara umum berkisar antara 0-5 cm dengan berat rata-rata mencapai sekitar 1 gram. 

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Cara "Sukses" Budidaya Ikan Wader Bagi Pemula dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa di postingan berikutnya. 

Baca Juga:



Label: