Budidaya Jengkol: Sebagai “Investasi Hari Tua Menguntungkan”

Budidaya Jengkol: Sebagai “Investasi Hari Tua Menguntungkan”

Budidaya Jengkol: Sebagai “Investasi Hari Tua Menguntungkan” - Buah “jengkol” dominan dimanfaatkan sebagai tanaman penghasil sumber olahan makanan nan lezat dan digemari masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu saja, “manfaat dan kandungan jengkol” diketahui memiliki berkhasiat baik untuk kesehatan. Penerapan “budidaya jengkol” terbilang sederhana dimulai dari pengadaan bibit jengkol, penentuan jarak tanam, cara penanaman jengkol dan pemeliharaan tanaman untuk tumbuh optimal serta berbuah lebat.

Budidaya Jengkol: Sebagai “Investasi Hari Tua Menguntungkan”

Tanaman Jengkol

Adalah jenis tanaman sayuran tahunan Hortikultura beriklim tropis dari famili Fabaceae yang penyebaran di daerah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam. Tumbuh dengan baik di daratan rendah sampai pada daerah pegunungan pada ketinggian 1.000 m dpl dan tahan terhadap kekeringan. Pohon jengkol di alam bebas mampu tumbuh hingga mencapai 10-27 meter dengan buah yang sejatinya merupakan biji atau polong dari buah yang sebenarnya dan tiap polongnya terdapat ± 5-7 buah.

Kandungan Dan Manfaat Jengkol Untuk Kesehatan

Dalam 100 gram buah jengkol memiliki kandungan gizi berupa; Energi (133 kkal), Protein (23,3 gram), Karbohidrat (20,7 gram), Vitamin A ( 240 SI) vitamin B (0,7 mg ), Vitamin C (80 mg), Fosfor (166,67 mg), Kalsium (140 mg), Zat Besi (4,7 mg) dan Air (49,5 gram). Dengan memiliki berbagai kandungan gizi tersebut buah jengkol dipercaya mampu mencegah dan mengobati penyakit gangguan diabetis, menurunkan kadar gula  dan dapat menjaga kesehatan jantung bagi setiap mengkonsumsinya.

Budidaya Jengkol

Buah jengkol seperti kita ketahui bersama sangat bernilai ekonomis tinggi, sempat mencapai harga 100.000/kg itu terjadi ditahun 2014. Banyak pembudidaya jengkol saat itu kaya mendadak dan sukses. Masa panen lebih cepat 4-5 tahun dengan perbanyakan vegetatif (cangkok) dibandingkan penanaman dengan mengunakan biji yang membutuhkan waktu berbuah 7-8 tahun lamanya. Satu pohon jengkol yang sudah cukup umur bisa menghasilkan jengkol bersih yang sudah dikupas 15-20 kg.

Bibit Jengkol

Perbanyakan bibit jengkol dapat dilakukan dengan dua (2 ) cara yaitu;perbanyakan secara generatif (biji) dan perbanyakan secara vegetatif melalui (cangkok). Hasil perbanyakan secara generatif membutuhkan waktu terbilang lama yatu;7-8 tahun, sedangkan cara vegetatif membutuh waktu yang singkat untuk berbuah 4-5 tahun untuk berbuah. Cara ini terbilang efektif dan efisien dalam persentase (%) tingkat keberhasilan dan memiliki kemiripan unggulan dengan indukan.

Jarak Tanam Jengkol

Seperti kita ketahui bersama bahwa budidaya tanaman jengkol dominan diusahakan sebagai tanaman sela atau tanaman pendamping tanaman utama. Jarak tanam (m) yang digunakan 10 m x 10 m dengan jumlah populasi 100 tanaman/ha.

Cara Menanam Jengkol

Dimulai dengan mempersiapkan persiapan lahan yang dimulai dengan cara membersihkan lahan lokasi calon penanaman jengkol dari semak belukar (rumput berkayu) dan rumput alang-alang dengan cara manual (cangkul) dan mesin (pembajakan) tergantung pola penanaman (tumpang sari atau monokultur). 

Tahapan penanaman 

Dimulai dengan membuat terlebih, dahulu membuat lubang tanam mengunakan cangkul berukuran 60 x 60 x 60 cm atau 40 x 40 x 40 cm (panjang, lebar, ketinggian). Dilanjutkan memberikan pupuk kandang matang 2-3/lubang sebagai pupuk dasar biarkan selama ± 1 minggu sebelum penanaman berlangsung. 

Kegiatan penanaman dilakukan dipagi atau sore hari kondisi cuaca cerah tidak dalam kondisi hujan. Teknis penanaman dengan meletakan bibit yang telah berumur 3-4 bulan di setiap lubang tanam, dimulai dengan merobek polibeg yang dikuti dengan penanaman bibit mencapai batas leler akar, kemudian tutup dan padatkan kembali.

Cara Memelihara Tanaman

Untuk memperoleh tanaman jengkol dengan pertumbuhan yang baik serta berbuah lebat, tentu tahapan pemeliharaan menjadi kunci keberhasilan dalam pembudidayaan jengkol tentunya. Terdapat beberapa tahapan pemeliharaan meliputi; kegiatan penyiangan (gulma), pemupukan, pemangkasan, pengendalian hpt.

Penyiangan (gulma) 

Bertujan untuk mengurangi sejumlah gulma (rumput liar) yang bersifat sebagai pesaing dan mengangu pertumbuhan bibit jengkol dengan cara mengkoret dengan cangkul dan penyemprotan pestisida jenis herbisida (racun rumput).

Pemupukan 

Bertujuan untuk memberiakn beberapa unsur hara ke dalam tanah,sehingga pertumbuhan tanaman menjadi baik dan memiliki produksi yang tinggi. Waktu pemupukan dilakukan diawal musim penghujan dan teknis pemupukan dengan membenamkan seluruh dosis pupuk kandang dan setengah dosis pupuk urea, TSP, serta KCL ke dalam rorak yang dibuat di sekeliling-batang tanaman, tepat di bawah tajuk daun dengan cara memasukan pupuk kedalam tanah kemudian tanah segera ditutup kembali.

Pemangkasan Tanaman 

Dilakukan setelah mamasuki umur tanam 2-3 tahun tanaman jengkol perlu dilakukan pemangkasan bentuk, dimana tujuan pemangkasan untuk mendapat pohon dengan cabang seimbang,ukuran pohon yang memudahkan pemanenan,menyediakan cahaya matahari secara merata dalam tajuk dan meningkatkan produksi kerena rambutan berbunga di ujung pohon.

Hama Dan Penyakit Jengkol

Meskipun tanaman jengkol tergolong jenis tanaman tahunan dan tahan terhadap kekeringan, Namun Untuk menjaga kualitas dan kuatitas produksi buah jengkol tetap stabil. Tentunya tahapan pengendalian hama dan penyakit menjadi fokus utama untuk menyelamatkan buah tersebut. Terdapat beberapa hama yang umum menyerang tanaman jengkol seperti; ular, tupai, semut rangrang (membuat sarang di pohon yang merusak bunga dan bakal buah). 

Kemudian beberapa penyakit yang menyerang antara lain seperti; ancaman jamur dan blendok, dengan penyiangan dan pembersihan dahan dan daun-daun yang bisa digunakan untuk sarang semut, harus dilakukan penyemprotan fungisida untuk membunuh jamur pengganggu.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Budidaya Jengkol: Sebagai “Investasi Hari Tua Menguntungkan” dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga:


Label: